Kamis, 07 Mei 2009

PENANGANAN KENARI SAAT SAKIT

          Berbagai macam cara dan trik yang harus dilakukan tatkala mendapati burung kenari dalam keadaan tidak sehat,terutama menghadapi perubahan suhu udara yang kadang terlalu extreme terutama saat musim penghujan karena jenis burung kenari tergolong jenis burung yang sangat rentan sekali terhadap berbagai jenis penyakit seperti kutu,pilek(snot),kudisan dll.Oleh karena itu sangat diperlukan keterampilan dan kesabaran untuk menyikapi masyalah-masyalah tersebut jagalah selalu kebersihan kandang terutama tempet makan dan minum karena bakteri/kuman penyakit masuk melalui makanan dan juga minuman. 

Tips menangani burung kenari yang sakit:

          a. Secepat mungkin melakukan pemisahan atau (karantina) terhadap burung yang sakit agar tidak menular terhadap burun yang sehat.

          b. Segeralah lakukan pembersihan terhadap kondisi kandang/sangkar bekas burung yang sakit lakukan penjemuran di bawah terik matahari dan lakukan penyemprotan sangkar dengan alkohol 70% agar kuman yang menempel pada kandang mati,dan jangan lupa pula untuk mencuci wadah tempat makan dan minum.

          c. Jangan menjemur burung yang sakit terlalu lama,hal ini dikarenakan kondisi burung yang tidak sehat belum mampu untuk menahan panas yang terlalu terik kecuali burung yang mengalami sakit akibat gangguan pernafasan dilakukan penjemuran yang lebih lama agar saluran pernafasan bergerak lebih cepat dari kondisi normal dan sesak nafas dapat berangsur normal pada saat dimasukkan kembali kedalam rumah setelah proses penjemuran, bagi burung yang mengalami sesak nafas jagalah agar kondisi tubuh tetap hangat berilah extra pudding daun kolesom(ginseng) agar badan kenari tetap hangat.

          d. Bagi burung yang mengalami sakit yang agak serius membutuhkan penanganan yang lebih spesifik lagi,bila anda cenderung melakukan penanganan pengobatan menggunakan obat tetes /antibiotik yang diberikan melalui oral(mulut) usahakan agar obat tetes tersebut tidak sampai masuk pada saluran pernafasan hal ini tentu saja akan menyebabkan kematian untuk proses pengobatan seperti yang tersebut di atas bila anda belum paham benar cara pemberian serta dosis pemberikan mintalah petunjuk orang yang ahli melakukankan.

           e. Jangan memandikan burung kenari dalam keadaan sakit atau jangan memberikan wadah air minumyang terlalu berar agar burung tidak mandi, kenari dalamkeadaan sakit cenderung memiliki suhu tubuh yang lebih rendah di bandingkan dengan kenari yang sehat.

           f. Cuci wadah tempat makan dan minum setiap hari agar kotoran yang menempel hilang, dan juga gantilah air mium setiap hari dan jangan memberikan minum kenari dengan air mentah. 

           g. Amati selalu kondisi cuaca karena burung kenari memiliki sifat yang sensitif terhadap kondisi lingkungan sekitar,dan amati selalu aktifitas burung kenari  dan sesegamungkin lakukan tindakan penanganan bila menemui burung yang tidak sehat

Demikian sekelumit tips perawatan serta tindakan kuratif terhadap burung kenari yang sakit,sesungguhnya masih terdapat banyak kekurangan yang kami miliki akan tetapi kami menerbitkan posting ini tentunya berdasarkan pengalaman yang kami dapatkan semoga blog yang saya tulis ini dapat membantu mengatasi masyalah dalam upaya meningkatkan keterampilan perorangan dari pada anda susah payah anda mencari buku petunjuk ke toko buku tentu lebih mahal lebih baik baca postingan ini.

posting By: http://horeggg_blogspot.com

you have problem : minsana@ymail.com

call (phone): (0341)7384584 

Jumat, 01 Mei 2009

Budidaya Burung Kenari

1.Pemilihan Indukan

Tentukan dan pilih terlebih dahulu indukan memiliki postur tubuh yang bonsor (besar) dan panjang lebihdari ukuran kenari-kenari pada umumnya hal ini dikarenakan tubuh indukan yang besar dapat dipastikan memiliki penampang dada yang lebar sehingga proses mengerami telur memiliki suhu sangat konstan antara 32-37 derajat celsius sehingga proses mengerami memiliki prosentase keberhasilan 80%.postur yang kecil dari burung kenari memiliki penampang dada yang cenderung lebih sempit sehingga pada saat menjalani proses mengerami telur suhu yang dapat tidak begitu konstan dikarenakan lebar dada tidak mampu menaungi seluruh telur,jumlah telur burung kenari rata rata berjumlah antara 3-6 butir.

2.Perawatan Selama Proses Pengeraman

Perlu di ingat proses mengerami telur memekan waktu kurang lebih selama 2 minggu dan tentunya ada beberapa tips yang perlu diperhatikan antara lain:
a. Jangan memandikan burung pada saat burung menjalani pengeraman telur karena bulu yang basah akan mengakibatkan suhu telur menjadi dingin sehingga dapat menyebabkan kegagalan dalam pembentukan anakan.
b. Hendaknya tidak memberikan wadah tempat air minum dengan ukuran yang besar agar burung tidak mandi
c. jangan melakukan penjemuran pada saat burung menjalani proses pengeraman telur karena pada saat menjalani proses pengeraman telur burung akan cenderung makan dan minum lebih sedikit dibandingkan pada saat burung tidak mengerami telur,sehingga kalau dilaksanakan penjemuran tubuh burung akan banyak mengalami evaporasi(penguapan) sehingga dapat menimbulkan dehidrasi (kekeringan) dan dapat menyebabkan kematian.


3.Penyapihan Anakan

Lakukan penyapihan anakan kenari setelah mereka telah berumur satu bulan atau lebih atau ditandai dengan anakan tersebut telah mampu untuk hidup mandiri seperti makan,minum dan dapat melakukan aktifitas tanpa bantuan induknya atau dengan kata lain induk burung tersebut telah tidak lagi menyuapi anaknya lakukan penjemuran secara rutin antara jam 07:00 sampai dengan jam 8:30 pagi lakukan penjemuran secara bertahap hal ini mencoba adaptasi burung terhadap sinar matahari danjangan menjemur anakan melebihi ketentuan yang tersebut di atas dikarenakan anakan burung masih belum mampu untuk menahan terik matahari yang terlalu panas hal ini dapat menyebabkan mortality(kematian), anakan yang telah berumur 2 bulan atau lebih dapat dilakukan penjemuran antari jam 07:00 sampai dengan jam 10:00 dan jangan melebihi dari jam tersebut karena cahaya terlalu terik dan juga sinar matahari di atas jam 11:00 bersifat racun yang disa menyebabkan timbulnya penyakit dan bahkan kematian.